Loading...
Sejarah2018-10-17T04:10:29+00:00
  • PT. Kalla Inti Karsa mengoperasikan Nipah Mall
  • Kalla Group membentuk Perusahaan Sub-holding untuk meningkatkan sinergi antara bisnis sejenis seperti Sub-holding Kalla OTO (Automotive, Transportation and Logistics) dan Sub-holding Kalla Devcon (Development & Construction)
  • Solihin Jusuf Kalla menggantikan Fatimah Kalla sebagai President Director Kalla Group.
  • Kalla Group mengoprasikan PT Kalla Kakao Industri yang bergerak dibidang usaha pengelolaan biji cokelat menjadi bubuk coklat, coklat cair dan butter. Hasilnya diekspor ke sejumlah negara di Eropa.
  • PT. Hadji Kalla mengalami transformasi dan berubah menjadi Kalla Group.
  • Pada tahun 2003 melalui PT Bumi Jasa Utama, Kalla Group melakukan ekspansi bisnis di sektor penyewaan mobil untuk korporasi.
  • Mendirikan PT Poso Energy (PLTA Poso, Sulawesi Tengah) dan PT Malea Energy (PLTA Malea, Tana Toraja) guna membantu Pemerintah menyediakan pembangkit listrik bagi masyarakat.
  • Berdirinya PT. Bumi Sarana Migas yang mengelola Gas Alam
  • Melalui PT. Trans Kalla Makassar, Kalla Group juga membangun Trans Studio Makassar, taman rekreasi keluarga terbesar di Indonesia
  • Pada tahun 1984, Perusahaan mendirikan Yayasan Kalla untuk khusus menangani kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.
  • Beberapa perusahaan baru didirikan, diantaranya; PT Bumi Sarana Utama (agen aspal curah PT Pertamina), PT Bumi Sarana Agro (perdagangan hasil pertanian) dan  PT Makassar Raya Motor (dealer Daihatsu)
  • Perusahaan juga mendirikan PT Jelajah Laut Nusantara sebagai penyedia layanan transportasi dan logistic di Indonesia Timur.
  • Perusahaan mulai menjadi importir Toyota dan menjadi salah satu Founder Dealer Toyota di Indonesia serta meraih pangsa pasar tertinggi di Indonesia.
  • NV. Hadji Kalla memperluas cakupan bisnis ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara
  • Tahun 1967, Hadji Kalla menyerahkan kepemimpinan bisnisnya ke Jusuf Kalla
  •       Kalla Group melalui PT Bumi Mineral Sulawesi mendirikan pabrik pengelolaan mineral bumi (smelter) di Belopa, Sulsel.
  • PT. Haka Sarana Investama ditetapkan menjadi Perusahaan Induk (Holding) Kalla Group
  • Per Januari 2010, Kalla Group memindahkan seluruh kegiatan operasional ke Wisma Kalla Office Building, di Makassar.
  • Menambah bisnis baru di bidang otomotif dengan menjadi main dealer untuk produk KIA, Jeep, Dodge, Alfa Romeo, Fiat, Chrysler melalui pembentukan PT Kars Inti Amanah.

  • PT. Baruga Asrinusa Development dibentuk sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat akan perumahan yang semakin masif.
  • Perusahaan juga mendirikan PT. Bumi Lintas Tama (Transportasi Laut) dan PT. Sahid Makassar Persada untuk memenuhi kebutuhan akan hotel berbintang di Makassar.
  • Untuk menunjang property komersil, Perusahaan membantuk PT. Kalla Inti Karsa sekaligus membangun Pusat Perbelanjaan Modern, Mal Ratu Indah.
  • Perusahaan juga mendirikan PT. Bumi Sarana Beton (jasa konstruksi, penyedia ready mix, precast dan bata ringan) dan PT. Kalla Electrical System (Penyedia Trafo Listrik)
  • Fatimah Kalla melanjutkan kepemimpinan Jusuf Kalla pada tahun 1999.
  • Perusahaan semakin terlibat dalam menangani jasa konstruksi seiring meningkatnya kebutuhan jasa konstruksi di masyarakat sekitar
  • Hadji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla memulai bisnis di bidang perdagangan tekstil, yang kemudian meluas ke bidang transportasi dengan menyediakan bus antar kota, Cahaya Bone.
  • NV Hadji Kalla Trading Company didirikan pada tahun 1952.
Berlangganan Newsletter
Jadilah yang pertama mendapatkan update terbaru dan konten eksklusif langsung ke inbox email Anda.
Langganan
close-link