Loading...
Sejarah 2017-10-13T02:28:09+00:00

Perjalanan Kalla Group bermula dari Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla menjalankan usaha di bidang tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Haji Kalla merambah usaha perdagangan ke Makassar pada 18 Oktober 1952.

Lima tahun kemudian, bisnis tersebut berkembang ke bidang transportasi yang diawali dengan pembelian mobil truk buatan asing untuk mengangkut hasil bumi dari Bone ke Makassar; selain itu juga mengoperasikan mobil penumpang jenis station wagon untuk melayani rute Makassar-Bone, bernama Cahaya Bone. Kesuksesan tersebut berbuah keberanian untuk mendirikan NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, yang fokus menekuni bidang usaha perdagangan dan logistik.

Pada tahun 1969, Haji Kalla menyerahkan tongkat kepemimpinan bisnisnya kepada putra beliau, Jusuf Kalla, yang diikuti dengan pendirian perusahaan konstruksi PT. Bumi Karsa.

Pada 1969, Jusuf Kalla melebarkan sayap usahanya memasuki bisnis otomotif dengan menjadi importir mobil merek Toyota. Setelah itu, NV Hadji Kalla dipercaya menjadi agen traktor mini merek Kubota untuk mendukung keperluan usaha pertanian. Di tahun 1980, melalui PT Makassar Raya Motor, bisnis otomotif NV Hadji Kalla berkembang menjadi agen resmi mobil Daihatsu dan truk Nissan Diesel. Kemudian dalam rangka mendukung program mobil nasional yang menjadi isu saat itu, maka perusahaan kami turut ditunjuk sebagai agen mobil Timor (yang kemudian berubah menjadi KIA Sephia). Saat ini kami dipercaya sebagai agen resmi KIA dan Chrysler.

Di era 1990-an, perusahaan merambah ke bidang usaha perdagangan dengan mendirikan PT Bumi Sarana Utama yang fokus usahanya adalah sebagai agen aspal curah. Selain itu, di bidang properti, perusahaan mendirikan PT Baruga Asrinusa Development, yang fokus pada pengembangan berbagai kawasan perumahan elit. Lalu untuk pengembangan properti non-perumahan dijalankan oleh PT Kalla Inti Karsa (KIK) yang hingga hari ini berhasil melakukan pengembangan pasar tradisional, Hotel Sahid Jaya Makassar, serta pusat perbelanjaan seperti Mal Ratu Indah dan Trans Studio Mal.

Saat Jusuf Kalla diangkat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia pada tahun 1999, maka kepemimpinan perusahaan diteruskan ke adik beliau, Fatimah Kalla, yang pada awal tahun 2000-an melakukan transformasi PT Hadji Kalla menjadi Kalla Group.

Kini bisnis Kalla Group terus meluas mulai dari sektor perdagangan otomotif, konstruksi properti, transportasi (darat, laut dan udara), energi, penanaman hutan kembali, dan juga bidang pembiayaan dan logistik. Ekspansi yang luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras penuh ketekunan kami selama bertahun-tahun, berbekal kemampuan kami mengatasi berbagai tantangan, termasuk melewati krisis ekonomi di negeri ini. Bagi kami, semua pekerjaan kami lakukan berlandaskan keyakinan bahwa bekerja merupakan ibadah.