KallaGroup.co.id – Sebagian wilayah Kota Makassar, Sulawesi selatan terendam banjir akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur ibu kota sejak Senin (21/1/2019) malam hingga Selasa 22/01/2019). Oleh karena itu, tepat pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2019, Yayasan Hadji Kalla mulai menyerahkan bantuan logistik untuk korban banjir yang tersebar di kota Makassar dan kabupaten Gowa.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk kota Makassar, bantuan didistribusikan di posko pengungsian LEC Athirah Baruga, Masjid Raya Baruga, dan kompleks Baruga Dua. Sedangkan di kabuaten Gowa, bantuan diberikan kepada korban di Kompleks Mapala Pallangga dan lokasi pengungsian Pasar Induk Sungguminasa. Sebanyak 250 paket nasi kotak dan 500 paket logistic yang terdiri dari roti, susu, tikar plastik, popok bayi, biskuit, telur asin, obat-obatan dan air mineral diserahkan langsung kepada para korban.

Kemudian pada hari Sabtu, 26 Januari 2019, tim Yayasan Hadji Kalla menyalurkan paket logistik di lokasi longsor kelurahan Sapaya kecamatan Bungaya kabupaten Gowa. Akses menuju lokasi dilakukan melalui Kecamatan Rumbia, Jeneponto. Tim Yayasan Hadji Kalla harus melewati setidaknya 10 titik longsor yang sebelumnya menutup akses ke lokasi bencana.

Akan tetapi hambatan tersebut telah dibuka oleh pemerintah kabupaten Gowa. Akses dari kecamatan Pallangga kabupaten Gowa tidak dapat ditembus karena jembatan Lemoa yang menjadi salah satu akses utama ke lokasi bencana masih terputus sehingga proses distribusi masih sulit dilakukan. Sebanyak 300 paket bantuan disalurkan yang tediri dari sarung, susu, roti, biskuit, lotion anti nyamuk dan obat-obatan. Bantuan disebar di titik pengungsian korban longsor yang terdapat di dusun Tinggiballa, masjid Sapaya, dan kantor camat Bungaya.

Selanjutnya, pada tanggal 29 Janurai 2019, Tim Yayasan Hadji Kalla kembali mendistribusikan bantuan logistik di beberapa lokasi banjir di kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ada total 354 paket logistik yang terdiri dari sarung, susu, roti, biskuit popok bayi, obat-obatan dan air mineral.

Pendistribusian bantuan dibagi ke 5 titik pengungsian. Titik pertama yang dikunjungi adalah dusun Munte, desa Bontomate’ne. Ditempat ini terdapat 2 rumah beserta seluruh isinya hanyut terbawa banjir, 7 rumah rusak berat, dan 5 rumah rusak ringan. Titik kedua adalah dusun Tonroa yang masih satu desa dengan dusun Munte. Di dusun ini terdapat 15 rumah beserta isinya hanyut terbawa arus sungai yang meluap. Para korban untuk sementara tinggal di tenda darurat atau di rumah keluarganya.

Kepala Desa Bontomate’ne Bapak Suaib Liwang mengungkapkan ”Terdapat sekitar 300 warga desa yang terdampak langsung bencana ini. Alhamdulillah karena tidak ada korban jiwa. Saya sangat mengapresiasi bantuan dari Yayasan Hadji Kalla, ini sangat berarti dalam mengurangi beban para korban”.

Titik ketiga adalah desa Kayuloe Barat, salah satu titik dengan dampak banjir paling parah. Terdapat 23 rumah yang hanyut dan 50 rumah dengan kondisi rusak berat dan tidak layak untuk ditempati.

Titik keempat adalah desa Sapanang, Kecamatan Binamu. Tim Yayasan Hadji Kalla tiba di desa Sapanang setelah magrib. Kondisi lokasi yang gelap gulita karena semua akses listrik terputus yang membuat pergerakan tim menjadi terbatas. Situasi di Sapanang juga sedikit kacau, karena jumlah korban yang banyak sehingga seringkali terjadi rebutan paket bantuan tidak jarang kendaraan bantuan harus tertahan sebelum tiba di posko utama warga yang terus berebutan. Yayasan Hadji Kalla melibatkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan BNPB Jeneponto untuk mendapatkan data korban. Disamping itu, keduanya turut mendampingi tim Yayasan Hadji kalla menditribusikan bantuan.

Titik terakhir adalah Kelurahan Tamanroya, kecamatan Tamalatea. di tempat ini terdapat 1 rumah hanyut dan 15 rusak berat. Pada hari Kamis tanggal 31 Januari 2019, Tim Yayasan Kalla juga memberikan bantuan 1 unit genset dengan kapasitas 5000 watt kepada warga Bissoloro di Kecamatan Bungaya Gowa. Genset ini diharapkan mampu membantu mengatasi kebutuhan penerangan warga di malam hari terutama untuk menghidupkan aktivitas berjamaah di masjid. Turut didistribusikan adalah bantuan makanan siap saji: Roti, telur asin, ikan kaleng sebanyak 250 paket.

Total paket bantuan logistik yang telah disalurkan sebanyak 1404 paket. Yayasan Kalla juga turut membantu membersihkan sumur-sumur warga korban banjir di Jeneponto dengan menyedot lumpur dari dalam sumur menggunakan mesin sedot sebanyak 10 unit. Untuk kegiatan ini, Yayasan Kalla bekerjasama dengan POLDA dan PMI Sulawesi Selatan dalam mengoperasikannya.